Sabtu, 30 Oktober 2021

Efektivitas Vaksin Covid-19

 

Efektivitas Vaksin Covid-19

Jenis Vaksin Covid-19

Pandemi Covid-19 telah berlangsung selama 2 tahun. Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh pemerintah, para tenaga medis, dan ilmuwan untuk memutus rantai penyebaran Virus Covid–19. Sebagai langkah lanjutan pemerintah terhadap penanganan Covid-19, kini dibentuklah Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19. Tim ini terdiri dari beberapa menteri, lembaga riset, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan perguruan tinggi. Pemberian vaksin merupakan solusi yang dianggap paling tepat untuk mengurangi dan memutus rantai penularan Virus Covid-19. Vaksinasi bertujuan untuk memberikan kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit tertentu sehingga jika suatu saat terpapar penyakit tersebut maka hanya akan mengalami gejala yang ringan.

Seperti yang kita ketahui, proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia telah berlangsung selama lebih dari sepekan. Di tengah pelaksanaannya, ada sejumlah orang yang diumumkan positif corona setelah menerima vaksin corona dengan jenis sinovac. Sebut saja, misalnya, Bupati Sleman Sri Purnomo yang positif corona namun tanpa gejala.

Dokter spesialis paru RSUP Persahabatan, Dr Erlina Burhan, mengungkapkan seseorang yang telah disuntikkan vaksin corona  memang masih memungkinkan bahwa mereka dapat positif Covid-19.

"Risiko terjangkit Covid-19 ini akan tetap ada setelah diberikan vaksin, namun risikonya akan jauh lebih rendah. Dan kalau pun terjangkit, gejala klinisnya akan ringan," jelas Erlina dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Kemenkes, Sabtu (23/1).

Erlina mengambil contoh proses pembentukan antibodi dari seseorang yang disuntikkan vaksin corona, seperti sinovac hingga pfizer. Ia menjelaskan, seseorang yang menerima vaksin corona dosis pertama baru akan mulai terbentuk imunitasnya pada hari ke-12. Kemudian, orang tersebut akan menerima vaksin dosis keduanya 3 pekan setelah suntikan pertama.

"Hari ke-21, terima dosis vaksin kedua lalu dicek ulang antibodinya maka akan dikatakan tercapai antibodi dengan imunitas yang penuh, yakni pada hari ke-28," tutur Erlina.

Berdasarkan proses pembentukan antibodi tersebut, Erlina menilai seseorang masih bisa terpapar Covid-19 bahkan setelah divaksin. Kemungkinan itu bisa terjadi jika saat hari penyuntikan, orang tersebut sedang dalam masa inkubasi.

"Bisa saja terdapat seseorang yang saat dilakukan vaksinasi sudah terinfeksi sebelum disuntik atau terpapar dalam masa inkubasi, tapi tidak kita ketahui, maka kemudian divaksin setelah beberapa hari akan muncul gejala sehingga saat diperiksa positif," ucap Erlina.

"Tetapi, sebetulnya ini bukan karena vaksin. Tetapi karena memang sudah terpapar sebelumnya atau masa inkubasi pada saat vaksinasi," lanjut dia.

Ia pun memastikan jika positif corona setelah disuntikkan vaksin, maka tidak akan mengalami sakit yang parah. Erlina juga mengingatkan bahwa vaksinasi tidak akan menjamin 100 persen kebal dari paparan virus corona.

"Kalaupun sudah divaksin, masih ada kemungkinan terjangkit juga maka protokol kesehatan jangan dilupakan," tutup Erlina. Selain itu, berdasarkan https://covid19.go.id/tanya-jawab?page=3 juga dijelaskan bahwa vaksin tidak 100% membuat kita kebal terhadap Covid-19. Namun, akan mengurangi dampak yang ditimbulkan jika kita tertular Covid-19. Sehingga dari itu, bukankah kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan 5M dan tidak boleh lengah sedikitpun? 

Oleh sebab itu, walau sudah divaksin kita harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang dimana merupakan salah satu aspek atau upaya yang paling tepat dalam kondisi pandemi ini yang dapat kita terapkan untuk memutus rantai penyebaran Virus Covid-19. 

21 komentar:

  1. wah teks editorialnya sangat informatif dan rapih. Dilengkapi juga dengan gambar yang mendukung. Semangat terus ya!

    BalasHapus
  2. idihhh, themenya pas banget, warnanya juga ga terlalu terang atau gelep. isinya juga ga kalah bagus ini mah

    BalasHapus
  3. Teksnya sangat informatif dan ada faktanya juga, struktur teks juga sangat rapih! Semangat!

    BalasHapus
  4. keren, rapih banget, saran untuk tiap paragraf minimal 2-3 kalimat ya sesuai tahap pembuatan teks editorial, semangat!

    BalasHapus
  5. teksnya sangat rapi. sedikit masukkan dari saya, untuk bisa menambahkan beberapa opini atau pendapat redaksi untuk memenuhi struktur argumentasi diikuti dengan fakta agar dapat membedakan dengan teks berita dan menambahkan beberap kalimat untuk menyesuaikan kaidah kebahasaan seperti kalimat retoris. selebihnya, sudah oke dan mantap sekali apalagi disertai dengan gambar.

    BalasHapus
  6. Struktur teksnya rapi dan sangat informatif serta dilengkapi dengan gambar.

    BalasHapus
  7. wahh teks editorial nya disusun dengan sangat rapi dan juga informatif sekalii.. tetap semangat yaa!

    BalasHapus
  8. kerenn banget! struktur dan bahasanya sudah tersusun dengan rapi

    BalasHapus
  9. Sangat bermanfaat teks editorial nya, penulisan nya juga rapi dan struktur nya sudah sesuai

    BalasHapus
  10. Wahh teks editorialnya sudah sesuai struktur dan rapih ya,, topik yang di bahas juga sangat bermanfaat. Semangat terus author!

    BalasHapus
  11. teksnya sangat rapih dan informatif, ada gambarnya juga. keren!

    BalasHapus
  12. teksnya sangat terstruktur dan rapih, ada gambar juga. keren!

    BalasHapus
  13. kerenn banget teksnya informatif dan rapi

    BalasHapus
  14. rapih sekali teksnya dan bermanfaat!

    BalasHapus
  15. Teks informatif dan terstruktur rapi

    BalasHapus
  16. wahhhh, teks editorialnya sudah terstruktur dengan rapi, topik yang dibawa juga cukup menarik

    BalasHapus
  17. Wahh teksnya sangat terstruktur dan rapih

    BalasHapus
  18. Teksnya sangat informatif dan memberikan saya wawasan baru

    BalasHapus
  19. Wah, teksnya sangat bagus dan informatif. Strukturnya sudah sesuai dan paragrafnya juga sudah rapi

    BalasHapus
  20. keren! Teksnya sangat informatif , bagus dan strukturnya sesuai juga sangat menarik

    BalasHapus
  21. wahh, teksnya sangat bagus dan rapih, teksnya sudah terstruktur dan rapih serta topik yang dibawakan juga sangat menarik dan informatif.

    BalasHapus

PKL WFH? APAKAH MENARIK DAN BERMANFAAT?

Tanggal 1 Juli 2021, merupakan hari dimana bisa dikatakan hari yang baru, karena dihari itu, saya memulai PKL secara online atau yang seri...